RINDU BANDUNG

curug cimahi

9 Januari 2010 · & Komentar

Hari itu Sabtu 9 Januari 2010 pukul 07.00 ketika kami bertiga, yaitu aku dan kedua anak laki-lakiku Faisal dan Zaka berangkat menuju Curug Cimahi. Kami menggunakan kendaraan spedamotor karena lebih praktis untuk menghindari kemacetan. Maklum saja Bandung selalu macet saat akhir minggu oleh wisatawan khususnya dari ibukota Jakarta.

Dari daerah Bandung Selatan kami menyusuri Jalan Buah batu menuju ke Jalan Setiabudhi (UPI) kemudian masuk ke Jalan Sersan Bajuri. Rute jalan ini kami ambil karena di sepanjang jalan Sersan bajuri atau lebih dikenal dengan nama Cihideung pemandangannya sangat indah. Sepanjang jalan ini merupakan sentra bursa berbagai jenis tanaman hias lengkap dengan latar belakang pegunugan yang sungguh menawan. Maka tak heran bila Cihideung ini termasuk daerah tujuan wisata.

Pukul 09.30 kami sampai di tujuan. Tersedia tempat parkir untuk roda dua dan empat dijamin aman. Setelah membeli tiket 3000 perak per orang kami mulai menuruni jalan menukik yang berkelok-kelok. Jalannya cukup bagus dan aman dengan anak tangga yang tersusun dari batu. Konon jumlah anak tangga ini sebanyak 520 buah…wow! lumayan melelahkan tapi menyehatkan.

Indah nian ciptaanMU ya Allah...

Rasa lelah kami terobati setelah menyaksikan keindahan air terjun “Curug Cimahi”. Tinggi air terjun aku perkirakan sekitar 100 meter. Walaupun debit airnya tidak besar namun cukup membuat aku terpesona dengan keindahan dan beningnya air. Lingkungan sekitarnya pun masih nampak asri belum terjamah oleh tangan-tangan jahil.

Kedua anakku menikmati dinginnya air dan pijatan air terjun

Keindahan dan beningnya air sangat menggoda kedua anakku untuk segera turun mandi di dinginnya air sambil merasakan “pijitan” air terjun yang menimpa punggung dan kepala….Ya…mereka kelihatan asyik sekali.

Asyik bermain air...

Hari itu pengunjung didominasi oleh kalangan remaja. Mungkin untuk mengakhiri masa liburan sekolah. Fasilitas di sini termasuk lengkap; ada warung yang menyediakan mie rebus, kopi hangat, jagung bakar, ketan bakar dan aneka soft drink. Juga kamar mandi/WC dan mushola. Selamat berwisata.

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized

Renungan disisa usia

9 Desember 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kutipan ini kutulis sebagai bahan renungan khusus untuk diriku sendiri disisa usiaku dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Namun siapa tahu kawan-kawan juga dapat mengambil hikmah pelajaran. Mudah-mudahan kutipan ini menjadi bahan introspeksi bagi kita semua.

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN
( by Dorothy Law Nolte)

Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

RENUNGAN BAGI ORANG TUA
( by Kahlil Gibran, 1883-1931)

Dan seorang wanita yang mendekap anaknya berkata:
Bicaralah pada kami perihal anak-anak
Maka orang bijak itu pun bicara:
Puteramu bukanlah puteramu
Mereka adalah putera- puteri kehidupan , yang mendambakan hidup mereka sendiri
Mereka datang melalui kamu, tapi tidak dari kamu
Dan sungguhpun bersamamu, mereka bukanlah milikmu
Engkau dapat memberikan kasih sayangmu, tetapi tidak pendirianmu
sebab mereka memiliki pendirian sendir
Engkau dapat memberikan tempat pijak bagi raganya, tapi tidak jiwanya
lantaran jiwa mereka ada di masa datang
yang tak bisa engkau capai sekalipun dalam mimpi
Engkau boleh mengikuti alam mereka,
tapi jangan mengharap mereka dapat mengikuti alammu,
sebab hidup tidaklah surut ke belakang
Tidak pula terlambat di masa lalu
Engkau adalah busur darimana meluncur anak panah
Kehidupan putera-puterimu melesat ke masa depan

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

Jalur Khusus Sepeda di Kota Bandung, perlukah?

9 Desember 2009 · 1 Komentar

Dalam acara Green Fun Bike yang digagas Kompas Jawa barat Minggu 6 Desember 2009, Wali Kota Bandung menyatakan bahwa pembangunan jalur khusus sepeda di Kota Bandung menjadi program prioritas dalam rangka pengembangan kota berwawasan lingkungan.

Sumber: Kompas

Pernyataan Wali kota ini tentu saja mestinya disambut baik masyarakat, khususnya mereka yang biasa atau senang bersepeda, karena selama ini masyarakat yang menggunakan sepeda di jalan Kota Bandung seringkali harus berpacu dengan maut. Kota Bandung yang makin padat dan macet sepertinya tidak memberi ruang gerak bagi masyarakat pencinta sepeda atau masyarakat yang hanya memiliki alat transportasi sepeda.

Jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat ternyata tidak berbanding lurus dengan penambahan ruas jalan. Akibatnya, selain macet juga menyebabkan tingkat polusi yang makin tidak terkendali. Hal ini diperparah oleh rendahnya tingkat disiplin pemakai jalan. Maka wajar jika berkendaraan di jalananan Kota Bandung menjadi semakin tidak nyaman.

Mudah-mudahan pernyataan Wali Kota Bandung ini bukan sekedar retorika yang tidak ada realisasinya. Kesungguhan Pemkot Bandung dalam pembuatan jalur khusus sepeda ini sangat dinantikan masyarakat. Jika Pemkot tidak serius melaksanakan program ini maka hasilnya akan mubazir, misalnya membuat jalur sepeda tetapi banyak rintangan tiang listrik atau telpon atau pepohonan. Jelas jalur seperti ini hanya akan membuat pengguna sepeda semakin tidak nyaman.

Ayo..kita dukung gerakan “Back to Bike” bukan hanya sekedar seremonial dan retorika belaka.

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

47 % Remaja Bandung melakukan sex sebelum nikah

8 Desember 2009 · 1 Komentar

Ini berita yang mengejutkan . Betapa tidak menurut Kepala BKKBN Pusat Dr.dr. Sugiri Syarief,M.P.A yang disampaikan di Bandung pada 6 Desember 2009, bahwa 47 % remaja di Kota Bandung mengaku melakukan hubungan sex sebelum menikah. Ini artinya dari 100 orang remaja 47 orang sudah tidak perawan lagi atau tidak perjaka lagi.
Sementara di Jabotabek remaja yang melakukan sex pra nikah persentasenya lebih tinggi, yakni mencapai 51 %, Surabaya 54 % dan Medan 52 %. Yang lebih mengejutkan lagi di DIY dari 1.660 orang mahasiswi 97,05 % sudah hilang keperwanannya saat kuliah. Dari jumlah itu 98 orang mahasiswi mengaku pernah melakukan aborsi. Wah..rupanya gaya hidup liberal sudah menjangkiti mental remaja kota. Kalau seperti ini kayaknya 10 tahun yang akan datang sulit mencari wanita yang masih perawan atau laki-laki yang masih perjaka tulen. Nauzubillah….dunia sudah hampir kiamat!
Akibat lain dari Sex bebas yang dilakukan remaja dikhawatirkan akan memicu percepatan penyebaran HIV/AIDS dan IMS (Infeksi Menular Sexual) alias penyakit kelamin.

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

10 Faktor Daya Tarik Bandung

16 November 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

“Jangan pernah keluar rumah pada hari sabtu dan Minggu, kecuali siap kecewa”, kata kawan saya mengingatkan. Walaupun kalimat itu diucapkan sambil bercanda, tetapi bukan berarti tanpa alasan.
Ya, ada benarnya apa yang dikatakan kawan. Tengok saja setiap hari Sabtu dan Minggu, terlebih lagi hari libur panjang maka jalanan di Kota Bandung menjadi macet. Tentu saja tidak semua ruas jalan macet karena ada wilayah tertentu yang masih normal. Khusus untuk wilayah Bandung Utara pada hari Sabtu dan Minggu biasanya didominasi kendaraan bertanda B.
Lalu apa sebenarnya yang menarik dari Kota Bandung ini sehingga banyak dikunjungi wisatawan? Ada beberapa hal yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota bandung, antara lain:

1. Nilai Historis. Sudah lama Kota Bandung dikenal sebagai Varijs Van Java atau Kota Kembang. Bahkan dunia Internasional mengenal Bandung sebagai Kota Asia –Afrika lewat Konferensi Asia-Afrika yang berhasil mendorong kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika. Para wisatawan mungkin merasa penasaran ingin mengenal lebih dekat bagaimana Kota Varijs Van Java atau Kota Kembang tersebut. Hal ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

2. Akses Tranportasi. Sarana transportasi sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Tol Cipularang memberikan andil yang sangat besar terhadap warga Jakarta untuk datang ke Bandung. Jarak tempuh yang biasanya 5 jam menjadi 2 jam sungguh menjadi daya tarik tersendiri bagi warga ibukota untuk menikmati liburan di Bandung. Hal ini ditunjang pula dengan adanya jalan layang Pasopati yang mempermudah akses menuju kawasan Jl. Dago dan Riau. Bagi wisatawan mancanegara transportasi dipermudah dengan adanya Bandara Husein Sastranegara. Wisatawan asing yang paling banyak datang ke Bandung melalui Bandara Husein yaitu dari Malaysia dan brunai.

3. Udara Yang Sejuk. Walaupun Bandung tidak sesejuk tahun 80 an, tetapi orang dari luar kota khususnya dari jakarta tetap merasa bahwa Kota Bandung berhawa sejuk, apalagi jika musim hujan tiba. Kesejukan udara Bandung menjadi daya tarik bagi warga luar kota yang berudara lebih panas.

4. Wisata Alam. Karena letak geografis Bandung di atas pegunungan maka daya tarik alam menjadi salah satu tujuan wisata. Yang paling populer adalah kawasan Lembang dengan Tangkuban Perahunya. Dari sini juga wisatawan bisa langsung menuju Ciater dengan wisata air panas dan perkebunan teh yang sebenarnya termasuk wilayah Kabupaten Subang. Wisata alam kawasan Ciwidey Bandung Selatan juga sangat menarik wisatawan domestik.
5. Wisata Kuliner. Banyak wisatawan yang datang ke Bandung karena tertarik dengan beragamnya jenis makanan. Kreatifitas warga Bandung dalam menciptakan menu dan jenis makanan baru turut andil dalam mendatangkan wisatawan. Dari mulai makanan yang disajikan di restoran, rumah makan, cafe dan roda dorong dipinggir jalan. Wisatawan rata-rata menyatakan puas dengan jenis makanan yang tersedia dengan harga yang ”murah”.

6. Wisata Outlet. Saya perhatikan setiap hari Sabtu dan Minggu outlet yang ada di kawasan Jl.Riau selalu penuh sesak oleh wisatawan ibukota. Entah daya tarik apa warga ibukota senang ke outlet, karena orang Bandung sendiri kurang suka berbelanja di outlet.

7. Harga Murah. Barang-barang yang dijual di Bandung relatif lebih murah dibandingkan dengan Jakarta. Apalagi untuk harga makanan rata-rata wisatawan mengatakan murah. Wisatawan Malaysia biasa berbelanja di Pasar Baru dalam jumlah besar untuk dijual di negara asalnya.

8. Budaya. Bandung dengan kekayaan budaya sundanya sudah sangat dikenal bukan saja oleh masyarakat luar Jawa Barat, tetapi juga oleh wisatawan mancanegara. Jenis kesenian yang menarik keingintahuan pendatang antara lain seni wayang golek, angklung, kawih, tari jaipong, dan seni lainnya. Bandung juga dikenal sebagai gudangnya seniman musik modern. Banyak artis dan group Band terkenal berasal dari Bandung. Demikian juga budaya ramah orang Bandung dengan senyum sapanya menjadi daya tarik tersendiri. Tentang kermahtamahan ini jangan diukur secara kasuistis, tapi lihatlah secara umum walaupun harus diakui telah terjadi pergeseran nilai.

Delapan faktor yang saya uraikan di atas hanyalah berdasarkan penilaian pribadi, bukan berdasarkan hasil survey. Jadi kebenarannya tidak mutlak benar bahkan bisa saja salah. Saya menunggu Anda untuk melengkapi 2 faktor lagi hingga genap 10. Benar dan salah saya serahkan kepada pembaca. . Terima kasih atas sharingnya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

Jajangkungan (Egrang)

16 November 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kita yang pernah mengalami hidup masa kanak-kanak tahun 70 an, tentu masih ingat berbagai permainan tradisional anak-anak yang sering dimainkan. Diantara jenis permainan anak-anak tempo dulu ialah jajangkungan (egrang). Sebenarnya permainan ini belum punah alias masih suka dimainkan oleh masyarakat khususnya anak-anak pedesaan.

images

Bermain Jajangkungan (Egrang)

Namun harus diakui untuk sebagian masyarakat kota permaianan tradisional ini menjadi sangat asing. Itu jadi salah satu alasan Dinas Pariwisata Jawa Barat berusaha keras untuk memperkenalkan kembali berbagai jenis permainan tradisional sunda lewat kegiatan yang dinamakan ALIMPAIDO.

Permainan Egrang termasuk jenis permainan ketangkasan yang memerlukan ketrampilan dan keberanian. Egrang umumnya dibuat dari bambu yang panjangnya antara 1½ – 3 meter atau tergantung dari kebutuhan. Di bagian bawah kurang lebih 30 – 60 cm dari dasar dibuat tempat pijakan kaki.

Bermain egrang sangat mengasyikan bila dimainkan berkelompok dan bisa juga dikombinasikan dengan permainan sepak bola atau adu kecepatan. Atau sering juga penilaian pada ketahanan berjalan di atas egrang atau saling tendang. Siapa yang jatuh dialah yang dinyatakan kalah.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

Korban Obat Anti Kaki Gajah

13 November 2009 · & Komentar

Yunan Korban obat

Ahmad Yunan dilaporkan meninggal setelah minum obat anti kaki gajah

Korban obat anti penyakit kaki gajah ( filariasis) di Kabupaten Bandung makin bertumbangan, selain korban sakit dirawat juga meninggal dunia. Bahkan salah satu korban meninggal yakni Ahmad Yunan adalah adik ipar penulis sendiri.
Sejak dimulainya pemberian obat secara masal, yakni Selasa 10 Nopember 2009 ratusan warga mengeluh pusing dan mual dan mendapat perawatan di Puskesmas dan rumah sakit.
Pemberian obat anti penyakit kaki gajah diawali dengan pemeriksaan Sampel Darah Jari (SDJ) di wilayah Kabupaten Bandung pada Desember 2008. Dari hasil pemeriksaan SDJ tersebut ditemukan banyak warga yang dalam darahnya terdapat anak cacing.
kaki gajah

Penderita Kaki Gajah (Filariasis)

Wilayah yang paling banyak ditemukan ialah Kecamatan Majalaya dengan tingkat microfilarianya mencapai 1,18 %. Wilayah kedua terbanyak yaitu Kec. Margaasih mencapai 1,14 %.
Berdasarkan hasil SDJ tersebut maka Pemerintah Kab. Bandung menetapkan wilayah Kab. Bandung endemis kaki gajah.
Walaupun pihak pemerintah mengatakan obat ini aman untuk dikonsumsi, kenyataannya banyak warga yang dilaporkan meninggal setelah mengkonsumsi obat tersebut.
Berikut korban meninggal sampai dengan Kamis 12 Nopember 2009.

1. Danu (52) warga Majalaya.
2. Toto (62) warga Banjaran
3. Nonoh (40) warga Cileunyi
4. Nandang (48) warga Banjaran
5. Ahmad Yunan (47) warga GBA I Bojong Soang
6. Lilis (52) warga Banjaran
7. Omay Komarudin (64) warga Banjaran
8. Apeng (40) warga Soreang.

Menurut Dinas kesehatan Kab. Bandung obat anti kaki gajah ini sebaiknya tidak diminum kepada mereka yang mengidap penyakit: darah tinggi di atas 200 mmhg, gangguan jantung, asma kambuh, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, diare, bayi dibawah 2 tahun, ibu menyusui, kanker dan deman di atas 38 derajat C.
Sayangnya informasi ini disampaikan kepada masyarakat setelah banyak korban berjatuhan.
Dari berbagai sumber.

→ 3 CommentsKategori: Uncategorized

Tahun 2009/2010 UN dilaksanakan dua kali

13 November 2009 · 1 Komentar

Tahun Pelajaran 2009/2010 Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan 2 (dua) kali. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 75 Tahun 2009 yang ditandatangani oleh Mendiknas Bambang Sudibjo.

Waktu pelaksanaannya ialah sbb:
1. UN Utama (pertama)
– Minggu III Maret 2010 untuk SMA/MA/SMALB/SMK

2. UN Ulangan (kedua) :
– Minggu IV Maret 2010 untuk SMP/Mts/SMPLB

UN Susulan
Bagi siswa yang tidak bisa mengikuti UN Utama karena berhalangan maka diberi kesempatan untuk mengikuti UN Susulan yang pelaksanaannya satu minggu setelah UN Utama.

UN

Photo: detik.com

Bagi siswa yang tidak lulus pada UN Utama atau UN Susulan maka diberi kesempatan untuk mengikuti UN Ulangan. Pelaksanaan UN dua kali pada dasarnya untuk memberi kesempatan kepada siswa yang karena sesuatu hal menyebabkan dia tidak lulus UN Utama. Juga untuk meminimalkan siswa mengikuti Paket C, karena program paket ini sebenarnya untuk pendidikan non formal. Namun untuk Tahun 2010 bila ternyata masih ada siswa yang tidak lulus UN masih diberi kesempatan mengikuti ujian Paket C.
Kesempatan ini hendaknya tidak disia-siakan oleh siswa.

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

Goa Pakar THR Juanda

5 November 2009 · & Komentar

Rutinitas kerja sehari-hari atau rutinitas belajar sering kali membuat kita merasa bosan. Karena itu alangkah baiknya jika kita mau meluangkan waktu untuk sekedar refresing agar semangat kita pulih kembali.  Banyak cara untuk menyegarkan kembali semangat kita, salah satunya dengan kegiatan jalan-jalan ke tempat-tempat yang masih natural.

 

Di Bandung, tempat-tempat yang masih relative natural sebenarnya banyak. Di wilayah Bandung Utara  sebut saja di antaranya Lembang dengan Gunung Tangkuban Parahunya, Hutan Jayagiri, Bumi Perkemahan Cikole, Maribaya,  Sari Ater, Punclut, THR Juanda ( Dago Pakar). Di wilayah Bandung Selatan misalnya Ciwidey dengan hutan dan perkebunan tehnya yang sangat indah, Ciwalini, Situ Patengan, Kawah Putih, Ranca Upas, dan lain-lain.

 

 

 THR Juanda

THR Juanda

Nah, kali ini saya akan mengajak Anda jalan-jalan ke Dago Pakar atau THR Juanda di wilayah Bandung Utara. THR Juanda terletak di ujung Jalan Dago ( Jl. Ir. H. Juanda) Bandung yang berjarak kurang lebih 7 KM dari pusat kota. Bagi Anda yang berkendaraan roda dua atu empat akses jalan sangat bagus hingga sampai ke lokasi. Tetapi bagi Anda yang tidak membawa kendaraan pribadi jangan khawatir karena ada angkutan kota yang menuju ke lokasi. Tetapi kali ini saya akan mengajak Anda menyusuri jalan dengan speda gunung….yah saya memang suka naik speda. Dan untuk sampai ke lokasi ini saya harus mengayuh kurang lebih 20 KM dari rumah saya di Bandung Selatan.

 

Sebenarnya tempat ini tidak asing bagi saya karena sudah puluhan kali kukunjungi…bahkan sejak masih di SD dulu saya sering ke tempat ini. Hal ini tidak aneh karena saya dibesarkan di daerah dago, hingga tahu persis perubahan tempat wisata ini. Tetapi kali ini sangat berbeda, selain karena usia sudah tidak muda lagi juga …berspeda sendirian tanpa kawan dan sedang sepi pengunjung karena bukan hari libur.

 

Dengan napas ngos-ngosan hampir habis kukayuh sepeda kesayanganku hingga akhirnya sampai juga. Saya merasa puas dan bangga bisa sampai ke tujuan. Kalau saja hari Sabtu atau Minggu pengunjung biasanya banyak, dan saya sering berpapasan dengan rombongan yang naik speda gunung. Setelah membayar tiket seharga delapan ribu rupiah, saya masuk ke lokasi wisata. Rasa lelah hilang seketika karena udara yang sejuk dan lebatnya pepohonan khas Bandung Utara.. Untuk melepas lelah saya duduk di pinggir monument Ir. Juanda

 

 

 Goa Jepang

Goa Jepang

Setelah itu saya langsung turun menuju Goa Jepang.  Disebut Goa Jepang karena memang dibuat oleh tentara Jepang pada tahun 1942. . Goa ini dibuat setelah Belanda menyerah dan berfungsi sebagai tempat pertahanan dari serangan sekutu. Ada empat buah goa berukuran besar yang berjejer, serta beberapa lubang goa berukuran kecil. Antara goa yang satu dengan lainnya terhubung dengan lorong-lorong. Bagi anda yang bernyali mungkin tertarik untuk masuk ke dalam goa yang gelap gulita. Tapi gak usah khawatir karena banyak guide yang mau mengantar lengkap dengan senter. Saya sarankan jika anda bermaksud menggunakan jasa mereka atau sekedar menyewa senter hendaklah dengan perjanjian atau tawar menawar terlebih dahulu.

 


 

Oke, selanjutnya saya akan membawa anda menuju Goa Belanda. Dari goa jepang menuju Goa Belanda dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 15 menit. Anda juga dapat langsung menuju Goa Belanda dengan kendaraan roda empat. Disebut Goa Belanda karena memang dibuat oleh Belanda pada awal tahun 1941. Awalnya militer Belanda membangun goa ini sebagai terowongan PLTA Bengkok. Namun karena letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota, maka akhirnya menjadi tempat jaringan radio pertahanan Belanda menjelang perang dunia ke 2.

 

 

 Goa Belanda

Goa Belanda

Jangan khawatir Anda bisa masuk goa ini dengan aman. Goa ini juga menjadi jalan tembus menuju tempat wisata Maribaya di Lembang. Jarak dari Goa ke Maribaya kurang lebih 5 KM. Hanya saja tidak bisa naik kendaraan karena khusus untuk  pejalan kaki melewati hutan yang asri.  Ada memang beberapa orang yang naik ojek…tapi hal ini sangat disayangkan karena dapat membahayakan penumpang atau pejalan kaki. Saya yang kebetulan berspeda tidak diperbolehkan masuk lewat goa, tetapi harus lewat jalan sebelah kiri mengelilingi bukit. Di belakang bukit atau ujung goa Belanda jika anda jeli akan melihat banyak kera bergelayutan di atas pohon.

 

Nah, kawan-kawan sementara sampai disini jalan-jalan kita ke THR Juanda atau lebih dikenal dengan Dago Pakar. Siapa tahu Anda yang belum pernah ke sana jadi tertarik. Di jamin Anda akan merasa senang berada di sana karena udaranya yang sejuk dengan pemandangan perbukitan yang masih asri. Seperti juga saya tidak pernah bosan berkunjung ke Dago Pakar.

→ 3 CommentsKategori: Dago Pakar

Heboh UFO di Bandung, ternyata….

2 November 2009 · & Komentar

Selasa 27 Oktober 2009 warga Bandung dihebohkan dengan pengakuan seorang warga Bojong Soang yang menyaksikan dan sempat merekam penampakan UFO. Peristiwa ini sempat menjadi tayangan berita Liputan 6 SCTV yang mengundang rasa penasaran masyarakat umum. Bahkan para peneliti dan ahli di bidang antariksa pun ikut bicara. Benarkah UFO itu ada? Benarkah yang disaksikan warga Bojong soang itu UFO?
Syukurlah, 29 Oktober yang lalu seorang warga Bojong Soang bernama Icung (25 tahun) melalui Tribun mengaku bahwa pada tanggal 27 Oktober malam telah menerbangkan layang-layang berbentuk burung garuda berukuran 1,5 X 1 meter yang dipasangi lampu dan baterai. Karena malam hari maka yang kelihatan nyala lampunya sedangkan bentuk layang-layangnya tidak kelihatan.
Namun walau demikian, Nur Agustinus dari Beta UFO( )menyatakan bahwa wilayah Bandung sering dilaporkan adanya warga yang melihat penampakan UFO di angkasa. Wallahu`alam.

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized