Kenangan Masa Kecil

Assalamu`alaikum wr.wb.
Nama saya Supriyadi biasa dipanggil Yadi
Usiaku sebenarnya sudah tak muda lagi alias sudah memasuki usia senja..tapi berusaha tetap semangat mengisi hari demi hari. Walau saya tak muda lagi tapi tak mau kalah oleh orang muda untuk menuangkan perasaan melalui blog sederhana ini.  Nah untuk teman-teman yang muda-muda yang semangatnya masih menyala-nyala jangan pelit dan jangan sungkan ngasih saran dan masukan agar blog ini jadi tambah menarik.

Profesi saya sekarang sebagai pendidik alias guru konselor di salah satu SMA Negeri di  Bandung. Profesi ini saya tekuni karena memang itu dunia saya selepas dari IKIP Bandung jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

Saya sebenarnya lahir di kota kecil Majalengka Jawa Barat tetapi sejak usia 8 tahun tinggal di Kota Bandung. Karena itu saya merasakan betul denyut nadi perkembangan Kota Bandung. itu sebabnya saya sering merindukan masa-masa Bandung ketika masih sepi dari kemacetan, sejuk..rimbun..ramah..dengan air sungai dan selokan yang bening. Dulu sering saya melihat ikan di sungai-sungai yang mengalir di Bandung..tapi sekarang jangan harap ikan bisa hidup. Sungai penuh limbah…

DSCI0526Kenanganku saat masih di SD, sepulang sekolah saya dan teman-teman pergi ke sungai pinggiran sawah. Saya dengan teman-teman berenang di situ sambil bersenda gurau. Sekarang sungai itu berubah menjadi tempat pembuangan limbah RT yang airnya hitam. Jangankan untuk berenang ikan pun enggan hidup. Sawah sekarang berubah menjadi rumah tinggal..dan tak menyisakan sedikitpun untuk padi hidup di situ…

Kerinduanku akan kota Bandung tempo dulu membuat saya suka sekali pergi ke pelosok pedesaan..perkebunan, hutan..atau mendaki gunung. Hal ini kulakukan untuk sekedar melepas kangen masa-masa kecil dulu. Musik country sangat saya sukai karena menurutku musik dan lirik country sangat dekat dengan alam. Saya suka suka naik speda gunung menyusuri pinggiran-pinggiran Bandung..asyik bisa melihat pemandangan yang masih relatif hijau dan natural.

Ingat pula ketika dulu daerah alun-alun Bandung belum seperti sekarang. Alun-alun Bandung dulu sering dipakai tempat pedagang kaki lima terutama tukang obat. Tukang obat dulu menggelar tikar di tengah alun-alun sambil berteriak-teriak menjajagan obat jualannya. Biasanya obat yang dijual sejenis obat kuat, obat sehat lelaki..katanya. Dalam menjajakan dagangannya tukang obat menggunakan alat bantu gambar atau foto-foto atau boneka sebagai alat peraga. Sementara orang-orang yang umumnya laki-laki berkerumun di sekelilingnya. Sekarang tukang obat seperti itu sudah tidak ada lagi…

Kendaraan umum saat itu masih jarang. Angkutan umum yang populer waktu itu ialah oplet dago dan Oplet Lembang. Kalau tidak salah jenis kendaraannya Chevrolet yang harus diputar engkel untuk menghidupkan mesinnya. Karena angkutan kota masih jarang maka orang-orang yang akan bepergian lebih banyak berjalan kakinya….sehat sambil berolahraga.

Oke teman-teman sekian dulu cerita saya sebagai perkenalan mungkin lain kali kita ngobrol lagi…salam.

Iklan

16 responses to “Kenangan Masa Kecil

  1. wah, orang sunda juga ya? salam kenal lur ..

  2. abi mah jarang ka bandung deui,kota kelahiran abdi atuh

  3. sami kang, abdi ge sok emut wae ka bandung jaman nuju alit. sok jalan ka siliwangi mapay cikapundung tras ka lebakgede. kapungkur nj teu acan aya sabuga sok mampir di sanggar lukis uihna lungsur ka cikapayang bari mulungan cangkang cucurutan kanggo peperahuan. terus mapay ngidul dugi ka cihampelas. tah didinya pisan rorompok abdi kapungkur. waas pisan upami nyoreangna!

    • Muhun mani waraas, kapungkur nuju alit kokojayan di cikapundung lebak siliwangi handapaeun jambatan terus leuleumpangan nepi ka jalan ganesa mulungan buah kanari. Duh Bandung kari waasna….

  4. Salam kenal kanggo Kang Yadi.
    Saya suka sekali dg isi blog anda, karena saya sepeti anda, peduli Bandung dan kangen suasana Bandung tempo dulu.

    • Salam kenal dan terima kasih mau berkunjung. Bandung tempo dulu tak mungkin kembali karena waktu tak mungkin mundur.

    • Terima kasih mau berkunjung dan sama-sama merindukan Bandung tempo dulu. salam kenal kembali.

      ________________________________

  5. kumaha kabarna kang, ngiring baca-baca

  6. Kumaha kabarna Gan? Kamari Prof. Uman nge-bel ka saya, majar aya acara syukuran di rumahna Jumat depan, tapi sayana aya acara seminar ABKIN di Kuningan.
    Keur acara reunian mah pangondisikeun ku Pa Otong bae (lain saya nu ngomong tapi ceuk juragan Sepdeka)

  7. Salam kenal Kang Yudi.

  8. sobat ! mimpi ente gak bakalan kesampe-an kecuali ente pindah ka ciamis, muka leuweung, ajak braga stones (atau generasina) nyieun grup country-an, nu sok mawa alat peraga mah aya keneh di bandung lin?, tapi ayana di kolong jembatan layang, nu make musik matak katorekan tea, enya eta si sarimin tea, naek motor, mawa payung, ka pasar, jrrd. lauk mah loba keneh di ciamis ge, tong teuing mekel ti sekeloa, pelakeuneun di susukan. tong teuing nyieun jalan gede ambeh teu asup mobil ari ente alergi ku mobil mah. jang transfortasina mah mekel peti sabun make gilinding, jiga di jalan sukajadi baheula (ente juara roadrace-na kan ?) di puncer gunung bangun mall jiga di “genting highland” malaysia, saya rek ngajorowok ti handap, hidup pa otoooooooooooong !!!, cag ah ! …

    • Kwakakak…bener euy ulah ngimpi Bandung balik deui ka zaman baheula, kalah sirah botak ge moal bisa. Kade tah Ciamis ulah nurutan Bandung….

  9. Iwan Milaribagja

    Di bulan Ramadhan ini saya teringat masa-masa kita merangkak remaja dulu, menjelang waktu buka puasa kita (saya, ente, Rawon, alm. Jantra, Iyat dan Ade Amin) sering pergi ngabuburit ke Cigerewong membawa peralatan dapur sarupaning panci, sendok, piring dan bahan makanan, biasanya kita memasak kolak ubi jalar di sebuah dangau di sawah yang entah milik siapa, sambil memasak kolak kita memainkan kartu gapleh atau remi sambil bernyanyi lagu-lagu teu paruguh diiringi aransemen ritmik yang keluar dari mulut terutama mulut Ade Amin yang mahir memainkan suara bas dan drum, yang akhir-akhir ini ditiru oleh grup-grup penyanyi nasyid dengan lagu-lagu Islami-nya, biasanya saya sering menjadi vokalis-nya, lagu-lagu Koes Plus, Panbers, The Mercys, D’Loyd, Bimbo dan Rhapsodia sering kita nyanyikan.
    Ingin rasanya bernostalgila seperti itu lagi, hati dan pikiran terasa bebas tanpa tekanan, tidak tersentuh atau terpancing oleh iklim atau situasi politik dan ekonomi yang berlaku, dan ketika sirene tanda buka puasa menjerit di udara… kita langsung melahap kolak-nya.
    Teman-temin di kampung kita waktu memberi nama “Grup Panci” tak iyeu…

    • Wah saya jadi ketawa sendirian nih..bener ingat masa awal remaja dulu, palagi denger musik dari mulutnya Ade Amin…hahahaha…tidak ada duanya. Sekarang malah populer kelompok vokal seperti itu. Makanya kalau ke Bandung janjian ma Bung Rawon dll tuk reunian gitu…

  10. Maman Akhman Harun

    Seingat saya waktu kita masih anak-anak Pak Yadi dipanggil dengan nama Otong oleh keluarga Bapak, tetangga-tetangga kita dan teman-temin kita tentunya.
    Sepengetahuan saya nama Otong itu adalah panggilan untuk anak laki-laki di daerah Majalengka, Jatiwangi, Kadipaten dan Palimanan, pokoknya di daerah keresidenan Cirebon lah… karena famili saya orang Kadipaten namanya Otong juga tak iyeu…
    Ketika kita beranjak remaja Pak Yadi punya nama Sangkur, biasa kita ikut-ikutan tren anak-anak kampung kita waktu itu “ganti nama”, tapi entah siapa yang memberi nama Sangkur, apakah Bapak sendiri atau si Rawon, si Jantra (alm.), si Tuja, si Dora, si Asbo atau si Toeyoel (saya sendiri).
    Seingat saya dipanggil Toeyoel karena kepala saya botak gundul kayak tuyul karena waktu itu sedang diplonco di Sekolah Instrumentasi.
    Ceritera di masa kanak-kanak dan remaja kita di kampung Sekeloa di Bandung akan banyak sekali kalau bisa kita ingat-ingat suka duka dan pahit manisnya, akan banyak memakan waktu untuk menuliskannya, mungkin saja ada yang masih kuingat dan Pak Yadi tak ingat lagi atau sebaliknya, tapi untuk saat ini sekian saja dulu, lain saat lain sempat kita ingat-ingat kita sirat lagi.
    Eeeng… ing… eeeeeeeeng…

    • Hahhahhah…klo ketemu sobat seGang jadi ketahuan modalnya. Ya ada nama kecil panggilan keluarga..panggilan di sekolah (resmi) dan panggilan gaul. Bung Oeyoel sendiri yang ngasih nama sangkur tapi ga tahu artinya apa…(naon yul artina ente mere ngaran kitu?). Oke sobat-sobat lama dan teman-teman baru silahkan bergabung. Diantos pisan….salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s