Wisata Outlet dan Kuliner Kawasan Jalan Riau


Riau1Salah satu tempat yang banyak dikunjungi wisatawan domestik, khususnya warga ibukota ialah kawasan Jalan R.E Martadinata atau dulu disebut Jalan Riau. Kawasan wisata jalan Riau ini jaraknya tidak jauh dari pusat kota dan dari kawasan wisata Jalan Dago, kawasan Jalan Merdeka dan kawasan Gedung Sate. Umumnya wisatawan yang datang dengan kendaraan pribadi, tapi ada juga rombongan dengan menggunakan Bus Wisata. Bagi wisatawan yang ingin melihat keramaian pasar kaget setiap hari Minggu, silahkan mampir ke kawasan Gasibu Gedung Sate. Di situ kita akan menyaksikan berbagai barang dijajakan. Tapi kita harus siap berdesak-desakan dengan pengunjung yang sangat padat.
Riau4Di kawasan Jalan Riau ini banyak terdapat outlet dan berbagai jajanan di sepanjang jalan atau di halaman outlet itu sendiri. Biasanya setiap hari Sabtu dan Minggu kawasan ini dipenuhi kendaraan dari luar kota, terutama berplat nomor B. Dari kawasan ini wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Dago, kawasan Gedung Sate atau menuju pusat kota.
Yang menarik dari kawasan ini ialah selain tempatnya tidak jauh dari pusat kota, juga penataan dan dekorasi outlet yang menarik,barang yang dijual berkualitas dan tersedia berbagai jajanan yang dapat memuaskan selera lidah.

Riau2Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang bertujuan untuk belanja di outlet sekaligus menikmati jajanan dan makanan khas Bandung. Bahkan bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan makan malam di kawasan ini tersedia kafe yang khusus buka malam hari dengan menu menarik dan harga terjangkau.

Selain hari Sabtu dan Minggu atau hari libur besar, kawasan Jalan Riau ini relatif sepi kecuali lalulintas kendaraan warga Kota Bandung yang melakukan kegiatan rutin. Selamat berwisata…

Iklan

4 responses to “Wisata Outlet dan Kuliner Kawasan Jalan Riau

  1. salam kenal untuk semua ..

  2. riau juga patut kalian jadikan tempat wisata yang wajib di kunjungi.
    mantap buat riau,
    kunjungi balik kami di wisata randang dan teknik memasaknya di Sumatra Barat
    terima kasih

  3. Wah Kang Iwan ni kayaknya suka jalan-jalan kuliner ma keluarga…siip lah. Betul saya juga pernah makan malam sekeluarga di Ceu Emar cuma harus ngantri dulu,sayangnya waktu itu saya gak bawa kamera. Insya Alloh kapan-kapan saya ambil gambarnya. Di Punclut emang asyik setelah jalan cape trus makan jengkol..hehehe.., cuma saya belum pernah datang malam. trimks kang Iwan.

  4. Iwan Milaribagja

    Pak Yadi, wisata kuliner yang pernah betul-betul memuaskan selera makan saya adalah ketika makan di warung nasi Ceu Emar di Cikapundung Braga dan di Puncrut.
    Warung nasi Ceu Emar di Cikapundung mulai bukanya jam 20.00 malam, kalau kita datang terlambat kita harus terpaksa antri di barisan panjang paling belakang, coba dong diliput.
    Di Puncrut saya sekeluarga pernah makan jam 01.00 dinihari, di kedai yang paling ujung/atas yang di depannya ada tempat parkir mobil yang cukup luas, waktu makan di sana saya sekeluarga ada yang nyuting, malah kami diwawancara segala, dan ketika anak sulung saya menanyakan akan ditayangkan di tv mana mereka mengatakan belum tahu pastinya, kemudian sekitar sebulan setelah waktu itu tetangga saya nelpon: “Man, cepat nonton Trans TV sekarang juga! Kau sekeluarga sedang di makan di Puncrut Bandung”
    Makan nasi khas Bandung yang saya sangat rindukan hingga saat ini adalah jika ulam-nya: asin peda beureum + jengkol ngora + sambel muncang sehah lata-lata + angeun kacang anyar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s