Taman Maluku Kini


>[/caption]caption]

Saksi bisu MolukkenPark

Saksi bisu MolukkenPark

Suatu ketika katanya ada seorang turis asal Belanda sengaja datang ke Bandung hanya untuk melihat keelokan Taman Maluku. Orang Belanda muda ini mendengar keindahan taman ini dari ceritera orang tuanya yang dulu pernah tinggal di Bandung ketika zaman penjajahan Belanda.

Taman Maluku yang dulu disebut MolukkenPark demikian sangat indah menarik sebagai tempat bercengkrama orang-orang Belanda tempo doeloe. Dari ceritera itulah maka Belanda muda ini berangkat ke Bandung hanya untuk membuktikan kebenaran ceritera orang tuanya.
Setelah tiba di Bandung dan sampai ke tempat tujuan, betapa kecewanya sang turis Belanda ini…ia melihat taman yang diceriterakan orang tuanya yang katanya begitu indah dan asri ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Turis itu tidak melihat kolam taman yang airnya jernih….tidak nampak rerumputan yang hijau membentang. Yang dia lihat justru taman yang terbengkalai penuh sampah…dan di sekelilingnya penuh bangunan yang tidak terurus.

Satu sudut Tmn Maluku Th. 2009

Satu sudut Tmn Maluku Th. 2009

Dapat dibayangkan betapa kecewanya ia. Terlebih kecewanya adalah orang tuanya di negeri Belanda yang semula berharap dapat bernostalgia lewat ceritera anaknya, ternyata mendapatkan dunia yang hilang…..

Dari arah Jl. Ambon nampak kumuh

Dari arah Jl. Ambon nampak kumuh

Taman Maluku memang benar lain dulu lain sekarang… Rentang jarak antara zaman Belanda Th 30 an sampai sekarang Th 2009 jelas bukan waktu yang sebentar. Tidak mungkin kalau orang Belanda itu masih berangan-angan MolukkenPark masih seperti dulu. Perubahan pasti terjadi…. Hanya saja yang disesalkan Taman Maluku sekarang tidak terurus, banyak sampah, kumuh, dan saruekseuk. Tengok saja di bagian depan (Jl. Ambon) disitu ada TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara). Kotor dan bau…pasti namanya juga tempat sampah. Padahal TPS itu dekat sekali dengan lokasi Patung Pastur yang menjadi saksi sejarah. Wajar kalau turis Belanda itu merasa kecewa.
Pernah pula nama Taman Maluku menyandang predikat tamannya dunia esek-esek. Namun alhamdulillah sekarang tidak lagi…mudah-mudahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s